Manusia sering terleka akan tanggunjawabnya di dunia yang kelam ini.Begitulah diri ana yang hina dina.Seringkali perintah dari Tuhan di letakkan di barisan belakang,dan hati manusia yang perlu dijaga di letakkan pada saf depan.Tidakkah semua manusia itu hakikatnya dari Allah yang Esa? Mengapa sering sekali manusia leka akan suruhan dan sewenang-wenangnya berani memperlekehkan larangan Allah s.w.t? Besar sangatkah kepala mereka,sehingga sanggup di belakangkan Allah itu? Kalaulah seorang raja,kita sudahpasti geruni dan sanjungi,mengapa tidak bagi Raja segala Raja yang sepatutnya tiada tolok bandingnya lagi?

Duhai diri apakah peranan enta di dunia ini?

Sampai bila harus dikejar hiburan hati yang tak pasti manhajnya?

Duhai diri, berushalah setiap waktu untuk berda’wah.Muhasabahkanlah diri enta,sudahkah enta berda’wah ketika ini?

Tika bila enta mampu mengatakan bahawa masih ada esok lagi bagi enta? – sedangkan nyawa enta, ditanganNya.

Duhai diri,dahulukanlah agamamu,dahulukanlah hak Tuhanmu,jangan endahkan kata manusia!

Cukuplah Allah,sebagai pelindung.Salam perjuangan buat diri yang masih berhempas pulas dengan army nafsu yang selalu mengoda.

Dunia ini hanya perhiasan dan bunga-bunga kehidupan yang sementara buat hamba yang menderhakaiNya.

warkahradhah@tamanpersuratan.com

Advertisements